Pada saat berendam di dalam air panas, biasanya dengan menggunakan berbagai ramuan (bahan) tambahan. Di antaranya:
1. Jerami Avena Sativa. (Lihat gambar nomor 7).
Adapun yang diguna-kan sebagai campuran ramuan, adalah daun dan biji pohon tersebut. Sedangkan untuk merendam badan dengan air panas, diperlukan iperlukan daun atau biji jerami sebanyak satu kilogram. Untuk merendam sepa-ro dari anggota badan dengan air panas, diperlukan se-tengah kilogram. Sedangkan untuk merendam kedua tangan atau kaki, diperlukan seperempat kilogramnya.
Adapun cara membuat ramuan tambahan untuk air rendaman yang panas, maka ambillah jerami avena sativa seperlunya, lalu letakkan pada air yang dingin. Kemudian rebuslah hingga mendidih selama setengah jam. Setelah direbus. hasilnya disaring dengan kain tipis lagi bersih. Sesudah disaring, lalu dimasukkan ke bak air sebagai bahan tambahan (pelengkap).
2. Jerami Avena Sativa boleh juga diiris-iris atau dihaluskan lebih dahulu, dan setelah itu langsung dimasukkan ke bak air.
3. Air rebusan tumbuhan picea abies. (Lihat gambar nomor 8).
Adapun cara membuat ramuan dari tumbuhan tersebut, yaitu daun dan buahnya yang sudah masak sebanyak satu setengah ki logram dihaluskan dengan mikser atau diiris-iris sampai kecil-kecil, lalu dicampur dengan air dingin, kemudian direbus selama setengah jam. Sesudah direbus setengah jam, lalu didiamkan selama 12 jam. Apabila akan digunakan untuk merendam badan. maka air rebusan daun dan buah picea abies itu disaring dengan kain tipis yang bersih, lalu dituangkan ke air untuk berendam sebagai campurannya.
4. Air rebusan dedak gandum.
Adapun cara membuat ramuan untuk merendam badan sebagai tambahan. Ambil dedak gandum satu setengah kilogram, lalu dicampur dengan air dingin.
Sesudah diaduk rata, lalu direbus sampai masak. kemudian dimasukkan ke bak air yang untuk merendam badan.
5. Air rebusan Equi setum Arvense. (Lihat gambar nomor 9).
Adapun ca-ra membuat air rebusan dari tumbuhan Equi-setum Arvense, hendaklah mengambil daun tumbuhan tersebut kira-kira 34 kg, lalu dicampur dengan air di-ngin. Kemudian direbus sampai mendidih dan biarkan terus hingga setengah jam lamanya. Sesudah setengah jam, lalu saringlah dengan kain yang bersih. Setelah itu, tuangkan pada bak air yang digunakan untuk merendam badan.
6. Air Rebusan Tumbuhan Quercus Robur. (Lihat gambar nomor 10).
Cara membuat air rebusan tumbuhan quercus robur sebagai campuran untuk merendam badan dengan cara duduk, adalah sebagai berikut:
Kulit tumbuhan quercus robur sebanyak seperempat kilogram, kemudian diiris-iris sampai kecil-kecil, lalu direndam di dalam air dingin. Setelah itu, direbus sampai mendidih, dan setelah mendidih. biarkan saja selama setengah jam. Sesudah itu. disaring dengan kain tipis yang ber-sih, lalu di-tuangkan ke bak air untuk berendam.
7. Menambahkan garam setrasfourt sebanyak satu kilo-gram.
8. Abu kayu bakar.
Abu dari kayu bakar itu dapat dijadikan sebagai bahan tambahan untuk merendam badan di bak air.
Adapun cara membuatnya untuk bahan tambahan berendam: Satu timba abu kayu bakar diletakkan pada keranjang yang terbuat dari jerami pohon Avena sativa, lalu diletakkan pada tempat yang terbuat dari kayu, yang diletakkan di dalam bak air. Kemudian, tuangkan beberapa timba air yang sudah mendidih ke keranjang tersebut, maka air yang mengandung beberapa mineral yang sudah hancur itu akan masuk ke bak air yang digunakan untuk merendam badan.
Biasanya, air itu dijadikan sebagai bahan pakaian sebelum ada sabun-sabun produksi pabrik. Cara demikian itu sudah membudaya sejak zaman dahulu, tidak hanya untuk sementara waktu. Apabila air yang dituangkan ke bak sudah dianggap cukup banyak, maka keranjang jerami itu diangkat. Akan tetapi, jika dirasa masih kurang, maka cukup ditambahkan air hangat, sehingga dapat digunakan untuk berendam.
9. Serbuk dari biji sawi.
Serbuk tersebut sering digunakan sebagai bahan tambahan air yang digunakan untuk merendam dua telapak kaki. Adapun caranya, ambil tiga genggam serbuk biji sawi dan taburkan (campurkan) pada bak air yang digunakan untuk merendam kedua telapak kaki. Sesudah itu, beri (campurkan) pula tiga liter air panas, kemudian diaduk dengan kayu, sampai uap serbuk biji sawi itu mengepul ke atas dan dapat merasuk ke hidung baunya. Setelah itu, ditambah lagi air panas, yang kira-kira cukup dijadikan untuk merendam kedua telapak kaki.
10. Berbagai tambahan yang sudah disebutkan di atas, dapat dicampur jadi satu untuk dituangkan pada bak air yang digunakan merendam badan.
Menurut para ahli pengobatan, bahwa cara demikian itu (mencampur semua tambahan di atas) mempunyai pengaruh yang lebih efektif daripada bahan tambahan yang tidak dicampur menjadi satu.
Hendaklah diperhatikan! Bahwa bahan-bahan tambahan yang dijadikan sebagai campuran air yang untuk berendam, dengan ukuran yang sama.
Adapun pencampurannya sebagai berikut:
(1) Jerami avena sativa dicampur dengan biji dan daun-daunnya.
(2) Getah picea abies dicampur dengan mineral salt.
(3) Jerami avena sativa dicampur dengan biji dan daun-daunnya. Dicampurkan juga dengan abu kayu bakar, serbuk biji sawi dan garam.
(4) Kulit quercus robur dicampur dengan biji dan daun avena sativa.
Apabila bahan-bahan campuran yang telah disebutkan di atas akan digunakan untuk merendam anggota badan, maka sebaiknya bahan-bahan tersebut tidak dicampur semua. Akan tetapi, cukup dicampur dengan satu nomor di antara empat nomor yang sudah bercampur dalam setiap nomornya. Dengan demikian, tidak perlu nomor satu dicampur dengan nomor dua atau nomor tiga dicampur dengan nomor empat. Sebab, cara yang begitu itu dapat menjamin keberhasilan dan lebih efektif.
11. Air teh.
Sering kali air teh itu dijadikan untuk merendam sebagian anggota badan. Misalnya merendam kedua tangan atau kedua telapak kaki. Biasanya, yang demikian itu digunakan untuk mengobati sakit (luka) pada bagian badan yang sudah kronis atau bernanah, umpamanya bengkak yang biasa terjadi di bawah kuku (cantengan) atau luka yang sudah berbau.
Biasanya, air teh yang dipakai untuk pengobatan itu tidak perlu direbus, namun cukup dengan cara satu sendok teh, lalu diberi air hangat setengah liter. Sesudah itu, teh yang sudah diberi air hangat, dibiarkan terendam selama 5 menit. Karena, hal itu dimaksudkan agar sebagian dari unsur pengobatan dan manfaatnya dapat larut sebelum digunakan untuk membersihkan kulit, merendam sebagian anggota badan, atau untuk mencelup kain pembalut. Sebagaimana yang akan kami terangkan nanti.







0 Komentar