Rabu, 07 September 2011

Nuansa Bulan Ramadhan Di Brunei Darussalam


Ust. Hasan Zuhri
Cilamaya Kulon- Ada kesenjangan yang nyata dalam melihat fakta sosial dan kebijakan negara antara negara Indonesia dengan negara tetangga Kerajaan Brunai Darussalam. Salah satunya bisa dilihat dari kegiatan dan bakti negara kepada rakyatnya. Demikian dikatakan oleh Ust Hasan Zuhri warga Dusun Kecemek Desa Bayur Kidul Kecamatan Cilamaya Kulon.

"ketika memasuki bulan puasa, istana keluarga kerajaan disibukkan dengan acara tadarus yang boleh diikuti oleh seluruh warga negaranya , setiap warga negara yang mengikuti kegiatan tadarus, kerajaan memberikan hadiah yang jumlahnya setara dengan delapan puluh ribu rupiah, catering dan makanan lain dengan beraneka ragam menu untuk berbuka puasa juga tersedia dan bebas dinikmati sepuasnya, kegiatan ini berlangsung selama 25 hari, keluarga kerjaan juga memberikan fasilitas istimewa kepada guru-guru qiroat, 10 menit saja datang untuk ikut tadarus, uang saku setara dengan 2 jutaan telah disiapkan, luar biasa sekali penghargaan mereka terhadap Ahli Dzikr, timpang sekali jika dibandingkan dengan guru-guru ngaji disini, sudah kecil dipotong pula, di istana negara presiden SBY memberikan infak sodaqoh sebesar 200 ribu di hari labaran itupun terbatas pada penyandang cacat, kalau di sana rakyatnya dikasih 3 jutaan" Kata guru Qiroat yang pernah 15 tahun mengajar Brunai Darussalam.

Alumni pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon ini menuturkan  bahwa pertama kali mengajar di Kerajaan Brunai Darussalam pada tahun 1987.  Dalam tempo dua tahun mengajar di salah satu Yayasan Iqra milik keluarga kerajaan, peserta didiknya banyak menjuarai Musabaqoh Tilawah al Quran ditingkatan nasional maupun asia tenggara. Karena prestasinya itu ia didaulat menjadi imam masjid istana. Tahun 1995 ia pernah diangkat menjadi pegawai negeri dengan gaji dan fasilitas yang cukup besar, jika dirupiahkan mencapai 50 juta perbulan. "padahal saya tidak punya selembar ijazahpun, tesnyapun menarik, bagaimana cara menanam pohon yang benar, ini sebenarnya pertanyaan analogi, luas maknanya sesuai dengan promosi jabatan, alhamdulilah dari  syiar agama itu saya kenal dengan imam-imam besar dan duta besar dari berbagai negara, termasuk imam haromain dari makkah" tuturnya.

Lebih lanjut pria low profile ini menjelaskan bahwa semangat religius dari para pembesar kerajaan nampak sekali, selain mengajar Qiroat di Yayasan, ia juga diberi kewenangan mengajar privat di kantor-kantor departemen, termasuk kantor kepolisian dan militer. "yang menarik kemudian ada salah satu murid saya yang dari militer saat ini sudah menjadi imam besar disana, hingga harus menanggalkan jabatan militernya, sampai saat ini kedekatannya masih terjalin."katanya.

Ada yang lebih menarik lagi, lanjutnya, yaitu kerajaan memberikan fasilitas tiga tahunan kepada rakyatnya untuk  melancong kenegara manapun, ada juga faslititas 15 tahunan untuk manjadi jamaah haji yang dibiayai dari kas kerajaan. 

Tahun 2005 kerjaan Brunai Darussalam terjadi pergolakan politk, mahasiswanya  yang selesai kuliah diluar negeri menuntut lapangan kerja, hingga akhirnya kerjaaan membuat kebijakan pribumiisasi, tenaga kerja dari luar negeri dipulangkan. "Tapi jalinan silaturahmi kami tetap terjaga, saat ini saya punya nawaitu membangun sebuah yayasan pendidikan bekerjasama dengan yayasan milik keluaraga kerajaan Brunai Darussalam" harapnya.

Oleh: Bobi AM

0 komentar:

Poskan Komentar

Daftar Komentar

 
By Cilamaya dan - Blogger Themes