Minggu, 23 Januari 2011

Rob Rusak Lahan Konservasi Ribuan Tanaman Mangrove Tersapu Ombak



Cuaca buruk yang masih melanda perairan Laut Jawa bukan hanya mengancam kehidupan nelayan. Ratusan hektar lahan konservasi pantai di sepanjang pantai Cilamaya rusak akibat gelombang laut yang terus pasang.

Cuaca buruk yang mengakibatkan laut pasang yang berlangsung selama sebulan lebih telah merusak lahan konservasi di sepanjang pantai utara. Salah satu lokasi yang hancur hutan mangrovenya di Desa Pasirputih, ratusan pohon mangrove yang beberapa waktu lalu ditanami sekitar 1000 mangrove oleh DKP kini tak bersisa akibat diterjang ombak. Demikian kata Manajer TPI Pasirputih Wardi,  Jumat (21/1).

Menurutnya, laut pasang telah mengikis pantai. Akibatnya, ribuan mangrove yang ditanam sepanjang tahun 2010 hanyut terbawa arus air laut. Ribuan mangrove yang dibudidayakan merupakan sumbangan pemerintah untuk program konservasi hutan pantai.
Diperkirakan, sedikitnya puluhan hektar lahan konservasi di sepanjang pantai Uatara itu dipastikan mengalami kerusakan lumayan parah.

Sementara, kerugian akibat rusaknya ratusan hektar lahan konservasi tersebut mencapai  miliaran rupiah, sebab ribuan tanaman mangrove di sepanjang pantai tersebut rusak dan hilang terseret ombak. "Harus ada sekitar 30 ribu benih mangrove yang disiapkan untuk mengganti tanaman yang kini rusak yang kemudian bibit mangrove itu ditanam di lahan konservasi yang saat ini rusak," katanya.
Ketika Ditanya berapa dana yang dibutuhkan merehabilitasi lahan seluas itu, Ia mengaku tidak bisa merincinya. “Kalikan saja, satu pohon biayanya Rp 2500. Belum lagi tanggul yang rusak itu,“ jawab Wardi “Laut Jawa terus pasang beberapa minggu terakhir, sehingga lahan konservasi kita rusak parah,” imbuh pria bertubuh gempal itu.

Sementara menurut Ketua Pokmasawas Minajaladri Suryo Istamar, dana yang diperlukan untuk rehabilitasi lahan konservasi yang rusak itu nanti akan lebih besar dibanding saat penamanam. “Jika tidak ada suntikan dana dari pemerintah, saya khawatir lahan konservasi yang tersisa saat ini juga turut rusak,” tambahnya.

Jarak laut dengan garis terluar pantai rata-rata 5 hingga 30 meter. Namun, menurut Suryo, jarak tersebut semakin hari semakin berkurang karena abrasi. “Tingkat abrasi di sini lumayan tinggi, terlebih pada musin-musim ombak besar. Bisa sampai 50 meter lebih jauhnya air laut mengikis daratan,” terangnya.

Dia berharap, Pemkab Karawang segera melakukan upaya agar budi daya ribuan mangrove bisa lebih berhasil. Apalagi tingkat kerusakan pantai akibat abrasi air laut di wilayah Pantai makin hari makin parah. "Tanggapan mangrove sangat dibutuhkan dalam kondisi darurat seperti sekarang ini," jelasnya. (AW)

0 komentar:

Poskan Komentar

Daftar Komentar

 
By Cilamaya dan - Blogger Themes